
Kuala Tungkal, 21 Agustus 2026 — MAN 2 Tanjung Jabung Barat kembali melaksanakan kegiatan kokurikuler Fiqih Ibadah sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membimbing peserta didik agar mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut disampaikan oleh Drs. H. Muhammad Munir dengan mengintegrasikan agenda pembiasaan keagamaan yang telah berjalan di madrasah, seperti Yasinan, Salat Dhuha, bimbingan mengaji, serta pembinaan ibadah.

Dalam penyampaiannya, Drs. H. Muhammad Munir mengingatkan pentingnya mengikuti kegiatan keagamaan secara sungguh-sungguh sejak awal hingga selesai. Menurutnya, peserta didik yang mengikuti kegiatan dengan tertib, duduk, menyimak, dan memperhatikan materi yang disampaikan akan memperoleh manfaat dan kebaikan dari kegiatan tersebut.
«“Kalau mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dan memperhatikan dengan baik, insyaallah akan mendapatkan kebaikan dan manfaat dari kegiatan tersebut.”»

Memadukan Pembiasaan Keagamaan dengan Kokurikuler
Kegiatan Fiqih Ibadah menjadi bagian dari agenda kokurikuler yang dipadukan dengan program pembiasaan keagamaan di MAN 2 Tanjab Barat. Selain Yasinan dan Salat Dhuha, peserta didik juga mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an serta pembinaan ibadah secara bertahap dan rutin.
Bimbingan mengaji diarahkan untuk mendukung program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik dapat terus ditingkatkan. Peserta didik sebelumnya juga telah didata untuk mengikuti bimbingan mengaji sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Mengenal Dasar-Dasar Ilmu Fiqih
Dalam materi Fiqih Ibadah, Drs. H. Muhammad Munir menjelaskan bahwa umat Islam memiliki kewajiban untuk memahami aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Manusia diberikan akal dan pikiran agar digunakan untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran agama.

Secara garis besar, ilmu fiqih mencakup beberapa pembahasan utama, yaitu ibadah, muamalah, jinayat, serta munakahat dan warisan. Pada kegiatan kali ini, pembelajaran diawali dengan pembahasan mengenai ibadah, khususnya bersuci atau thaharah.
Materi thaharah membahas antara lain tentang jenis-jenis air yang dapat digunakan untuk bersuci, air yang telah digunakan, serta kondisi air apabila terkena najis.
Peserta didik diberikan pemahaman bahwa dalam praktik bersuci, kebersihan dan kesucian air harus menjadi perhatian. Hal tersebut tidak hanya berlaku di madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Tidak Hanya Memahami, tetapi Juga Mempraktikkan
Drs. H. Muhammad Munir juga menekankan bahwa pembelajaran Fiqih Ibadah tidak cukup hanya dengan memahami teori. Peserta didik perlu melihat contoh, memperhatikan tata cara yang benar, kemudian mempraktikkannya.
Hal tersebut menjadi penting terutama dalam pelaksanaan wudu dan ibadah lainnya. Kesempatan praktik yang diberikan kepada peserta didik diharapkan dapat membantu mereka mengetahui apakah tata cara ibadah yang selama ini dilakukan sudah sesuai dengan tuntunan yang dipelajari.
«“Belajar fiqih itu tidak sebentar. Diperlukan waktu yang lama, rutin, dan terus-menerus agar ilmu yang dipelajari benar-benar dipahami dan diamalkan.”»
Melalui kegiatan kokurikuler Fiqih Ibadah ini, MAN 2 Tanjab Barat berkomitmen membangun budaya madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang memahami ajaran agama, mampu mempraktikkan ibadah dengan benar, serta memiliki karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan generasi madrasah yang berilmu, beriman, berakhlak, dan gemar mengamalkan ajaran Islam.
MAN 2 Tanjab Barat — Madrasah Hebat, Bermartabat.
|
45x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...